Restock Tech Menaungi Dua Perusahaan yang Mendukung UMKM

Foto : Dok.

PT Cerita Restock Teknologi Amannah atau Restock Tech menaungi dua perusahaan yang mendukung salah satu visi misi perusahaan untuk menjadi akselartor para UMKM di Indonesia. Dua perusahaan itu adalah Restock.id (PT Cerita Teknologi Indonesia) dan Revota (PT Ava Revota). Restock adalah perusahaan peer to peer (P2P) lending yang dapat membantu memberikan pembiayaan alternatif kepada UMKM yang sedang berkembang dan ingin bertumbuh dengan menjaminkan inventori usaha.

Saat ini, Restock mendukung pembiayaan ratusan UMKM di Indonesia. Pada kuartal ketiga 2023, Restock menyalurkan pendanaan kepada para UMKM dengan tingkat keberhasilan bayar (TKB90) 100% dengan nilai Rp 675 miliar. Selain itu, Restock menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan dukungan kepada UMKM, di antaranya kerja sama dengan institusi-institusi keuangan di Indonesia juga sebagai pemberi dana (lender).

Restock memberikan pendanaan pada UMKM retail, baik yang bergerak di industri healthcare, fashion ataupun manufaktur. Restock menyasar UMKM yang cenderung underbank karena banyak dari mereka sudah mendapatkan layanan perbankan yang sederhana, seperti tabungan dan giro, namun sebagian besar belum dapat menerima pengajuan pinjaman dari sistem perbankan di Indonesia.

Anak perusahaan lainnya, Revota merupakan perusahaan penyedia sistem teknologi informasi (TI) yang telah berdiri sejak tahun 2004. Restock Tech mengakuisisi Revota pada Juni 2022. Revota telah melayani dan tumbuh bersama lebih dari 300 klien dengan memberikan produk yang dapat menciptakan kestabilan dan otomasi operasional usaha melalui sistem IT yang terintegrasi bagi UMKM, terutama di industri fashion retail yang turut bertumbuh seiring dengan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Restock Tech bukan sekadar mitra finansial dan teknologi. Perusahaan ini ingin memberdayakan dan membina bisnis mulai dari skala kecil dan menengah dengan potensi pertumbuhan tinggi, yang bertujuan untuk menciptakan juara masa depan di industri masing-masing. Visi Restock Tech adalah berpartisipasi aktif dalam membangun dan berkolaborasi dengan pengusaha kreatif lokal, mendukung inisiatif pemerintah untuk meningkatkan produk lokal, dan mendorongnya ke panggung global. Restock Tech juga menjembatani kesenjangan bagi investor yang mencari peluang investasi alternatif dalam mendukung UMKM modern.

Tiar N. Karbala, Direktur Utama Restock Tech, mengungkapkan pihaknya memiliki misi untuk mencetak pengusaha-pengusaha lokal yang memiliki potensi untuk menjadi besar dan berskala nasional. “Kami mendatangi kantor Emba Footwear di akhir tahun 2022, dan kami melihat potensi yang sangat besar. Tim kami berdiskusi panjang lebar tentang potensi dan kekuatan brand sepatu lokal dan kami sepakat untuk mengakselerasi bisnis Emba Footwear. Terbukti penjualan Emba Footwear naik dan aktif mengikuti berbagai macam pameran di Jakarta,” ujar Tiar dalam keterangannya seperti dikutip pada Rabu (27/9/2023).

Agam Hanafiah, CEO Emba Footwear, menyebutkan tantangan merintis bisnis di industri alas kaki itu adalah permodalan, karena produksi sepatu akan efisien ketika mengikuti arus produksi dan kebutuhan pabrik. Tentu jumlahnya tidak bisa sedikit. Sementara itu, banyak kebutuhan yang harus dijalankan serentak seperti produksi, inovasi, pengembangan produk, hingga operasional. Semua harus berjalan dan tidak boleh macet. “Untungnya, ada Restock Tech sebagai mitra yang membantu pendanaan produksi dan warehousing kami, sehingga kami tidak kuatir untuk masalah pergudangan dan saat harus memproduksi banyak varian sepatu. Hal ini sangat penting supaya bisnis terus maju dan bertumbuh, bersaing dan eksis di industri fashion alas kaki,” tutur Agam.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *