Profil Negara Mongolia, Tetangga Cina dan Rusia yang Dekat Amerika Serikat

TEMPO.CO, Jakarta – Amerika Serikat dan Mongolia telah mencapai kesepakatan untuk menandatangani perjanjian penerbangan sipil “Open Skies“. Wakil Presiden Kamala Harris dan Perdana Menteri Mongolia L. Oyun-Erdene membahas perjanjian ini dalam pertemuan mereka di Washington pada 2 Agustus 2023.

Perjanjian “Open Skies” akan membuka peluang baru dalam bidang penerbangan sipil antara kedua negara, meningkatkan konektivitas dan memfasilitasi pertukaran ekonomi serta pariwisata antara Amerika Serikat dan Mongolia.

Profil Negara Mongolia

Mongolia, sebuah negara yang kaya akan budaya dan sejarah, terletak di Asia Timur Tengah, dengan perbatasan darat terpanjang di dunia. Dikelilingi oleh Cina di selatan, timur, dan barat, serta Rusia di utara, Mongolia adalah rumah bagi kekayaan alam dan kebudayaan yang unik.

Sebelumnya, menurut Nationsonline, Mongolia merupakan provinsi Cina, namun pada 1921, berhasil meraih kemerdekaannya dengan bantuan dari Uni Soviet. Pada 1924, sebuah rezim komunis pun didirikan di negara tersebut.

Saat ini, Mongolia merupakan negara republik dengan sistem pemerintahan parlementer. Ibu kota Mongolia adalah Ulaanbaatar, kota terbesar dan terpadat di negara ini. Mongolia terkenal dengan lanskap yang spektakuler, terdiri dari padang rumput luas, pegunungan, gurun pasir, dan hutan belantara yang indah.

Mongolia memiliki luas sekitar 1.564.100 kilometer persegi, menjadikannya sebagai salah satu negara terluas di dunia. Sebagian besar wilayahnya terdiri dari padang rumput dan gurun pasir, yang memberikan pemandangan alam yang menakjubkan.

Secara politik, Mongolia adalah negara republik parlementer, dengan presiden sebagai kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Sistem politik ini memberikan kesempatan bagi warga Mongolia untuk memiliki peran aktif dalam proses politik dan pemilihan. Selain itu, Mongolia memiliki hubungan diplomatik yang kuat dengan berbagai negara di dunia, termasuk tetangga terdekatnya seperti Tiongkok dan Rusia.

Secara geografis, Mongolia adalah salah satu negara dengan tingkat penghunian paling rendah di dunia. Kehidupan nomaden masih menjadi bagian penting dari budaya Mongolia, dengan banyak keluarga yang tinggal di ger tradisional yang dikenal sebagai yurt atau ger.

Gers ini mudah dipindahkan, sehingga memungkinkan keluarga nomaden untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah untuk mencari sumber makanan bagi ternak mereka.

Sebagai negara yang sebagian besar berada di dataran tinggi, Mongolia memiliki iklim yang keras dan ekstrem. Musim dingin sangat dingin dengan suhu mencapai minus 40 derajat Celsius atau bahkan lebih rendah, sementara musim panas terasa hangat dan nyaman.

Sejarah Mongolia

Iklan

Sejarah mencatat kejayaan besar dari kerajaan-kerajaan yang berkuasa di wilayah ini. Salah satunya adalah Kerajaan Mongolia yang terkenal, didirikan oleh Genghis Khan pada abad ke-13.

Kekaisaran Mongol ini menjadi salah satu imperium terluas dalam sejarah, meluas dari Eropa Timur hingga Asia Tengah dan Timur. Pada puncak kejayaannya, kekaisaran ini mencakup sebagian besar wilayah Asia dan Eropa.

Budaya Mongolia

Penduduk Mongolia memiliki budaya yang kaya dan beragam, dipengaruhi oleh sejarah, agama, dan lingkungan alam mereka. Bahasa Mongolia adalah bahasa resmi negara ini, dan mayoritas penduduk Mongolia menganut agama Buddha Tibet. Namun, terdapat juga komunitas Muslim, Kristen, dan pemeluk agama animisme.

Pertanian dan peternakan merupakan kegiatan ekonomi utama di Mongolia, di mana sebagian besar penduduknya bekerja sebagai peternak. Peternakan domba, kuda, dan unta adalah sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga di pedesaan. Selain itu, Mongolia juga kaya akan sumber daya alam, termasuk mineral seperti batu bara, tembaga, emas, dan uranium.

Sumber daya alam yang melimpah telah menarik minat banyak investor asing, dan sektor pertambangan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi negara ini. Namun, keberlanjutan lingkungan dan masalah pengelolaan sumber daya menjadi tantangan penting yang dihadapi Mongolia.

Selain itu, pariwisata semakin berkembang di Mongolia, dengan peningkatan jumlah wisatawan yang tertarik dengan keindahan alamnya, budaya yang unik, dan tradisi nomaden yang menarik. Berbagai atraksi termasuk Taman Nasional Gobi Gurvansaikhan yang menakjubkan, kota kuno Kharkhorin, dan festival Naadam yang terkenal, semuanya menyumbang pada daya tarik pariwisata negara ini.

Meskipun memiliki tantangan dan kesulitan tertentu, Mongolia terus berusaha untuk memajukan diri dengan mempertahankan warisan budayanya yang kaya dan melibatkan diri dalam ekonomi global. Sebagai negara yang unik dan menarik, Mongolia tetap menjadi destinasi wisata menarik bagi para penjelajah yang mencari petualangan dan keindahan alam yang belum terjamah.

PUTRI SAFIRA PITALOKA  | YUDONO YANUAR

Pilihan Editor: AS dan Mongolia Sepakat Kerja Sama Open Skies



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *