Bangun Kota Metropolitan Subang, SSIA Siapkan Capex Rp1,3 Triliun pada 2024

Kawasan Subang Metropolitan oleh Surya Semesta Internusa. (dok SSIA)

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) diketahui tengah membangun kota metropolitan di kawasan SUbang, Jawa Barat. Untuk membangun kota ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capex) Rp 1,3 triliun untuk 2024. 

Hal tersebut diungkapkan VP Head of Investor Relations PT Surya Semesta Internusa Tbk, Erlin Budiman dalam public expose, Jumat (15/12/2023). Dia mengatakan bahwa capex tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan proyek di Subang, Jawa Barat.

“Capex 2024 kami sepakat anggarkan Rp1,3 triliun. Sebesar Rp 1 triliun dianggarkan untuk Subang land development dan land acquisition. Sisanya untuk hospitality Rp250 miliar, ada Nusa Raya Cipta dan lainnya,” kata Erlin, Jumat (15/12/2023).

Subang Smartpolitan dibangun di atas lahan seluas 2.717 hektare. Kota buatan ini akan dibangun dalam 4 tahap. Pengembangan tahap 1 dimulai pada kuartal IV 2020 meliputi kawasan komersial, perindustrian, perumahan, leisure, pendidikan, serta sarana dan prasarana penunjang. Tahap satu siap serah terima pada Kuartal III tahun ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk The Jok Tung mengungkapkan kinerja perseroan pada sembilan bulan tahun 2023 membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3.020,4 miliar. Pendapatan tersebut meningkat sekitar 22,3% dari Rp2.469,0 miliar yang dibukukan pada sembilan bulan pertama 2022.

“Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kinerja yang kuat dan berkelanjutan dalam pendapatan sektor perhotelan, yang meningkat sebesar 76,7% (Rp289,4 miliar). Pendapatan dalam segmen bisnis properti dan konstruksi SSIA masing-masing meningkat sekitar 13,0% (Rp47,6 miliar dan Rp229,4 miliar),” ujarnya.

Pada periode yang sama, laba kotor meningkat sebesar 39,5% YoY menjadi Rp771,7 miliar, naik dari Rp553,1 miliar YoY, terutama karena peningkatan laba kotor sektor perhotelan sebesar 93,8% (Rp209,8 miliar). EBITDA meningkat sebesar 51,8% YoY menjadi Rp339,7 miliar dari Rp223,7 miliar, sebagai hasil dari peningkatan EBITDA sektor perhotelan sebesar 251,9% (Rp134,9 miliar).

“Kerugian bersih konsolidasi SSIA adalah sebesar Rp23,7 miliar, mengalami penurunan sebesar 133,5% dari laba bersih sebesar Rp70,8 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan sebesar 41,4% YoY dalam segmen bisnis properti. Dibandingkan dengan laba bersih pada sembilan bulan pertama 2022, yang tidak termasuk divestasi bisnis pergudangan SSIA, laba bersih hingga September 2023 meningkat sekitar 82,7% dari -Rp137,0 miliar pada 2022,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *